Pengebang perumahan di Tangerang Raya, KPK: Banyak pengembang nakal - Netizen9

Breaking news

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Friday, 18 September 2020

Pengebang perumahan di Tangerang Raya, KPK: Banyak pengembang nakal


Kondisi tersebut terungkap dalam rapat koordinasi penertiban fasos dan fasum di Tangerang Raya.

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan banyak pengembang perumahan (developer) nakal yang belum memenuhi kewajiban penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) atau fasilitas sosial dan umum (fasos dan fasum) kepada pemerintah daerah (pemda) di Tangerang Raya. Tiga pemda di Tangerang Raya tersebut yaitu Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

Pelaksana Tugas Juru Bicara Pencegahan KPK, Ipi Maryati Kuding, menuturkan kondisi tersebut terungkap dalam rapat koordinasi penertiban fasos dan fasum di Tangerang Raya, melalui telekonferensi, Kamis (17/9).

Agenda rapat adalah pemaparan pemda atas kemajuan penyerahan PSU dari pengembang kepada pemda, serta sejauh mana PSU yang diserahterimakan sudah mendapatkan sertifikat. Namun, kata Ipi, dari laporan yang disampaikan perkembangannya masih jauh dari harapan.

"KPK temukan banyak pengembang nakal di Tangerang Raya," kata Ipi melalui pesan tertulis, Kamis (17/9).

Berdasarkan data Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pemakaman (DPPP) Kabupaten Tangerang, tercatat sepanjang 2012-2020 ada 488 perumahan dengan 63 di antaranya sudah diverifikasi. Sedangkan yang tercatat sebagai aset baru 39 perumahan.

"Kami telah mengirimkan surat imbauan atau teguran ke 107 pengembang, walaupun surat ini baru dibalas oleh 88 pengembang dan jumlah perumahan yang menanggapinya hanya 19," kata Kepala DPPP Kabupaten Tangerang, Iwan Hermansyah yang hadir dalam rapat koordinasi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Sumarwan menyatakan data total bidang tanah di wilayahnya per Agustus 2020 adalah 2.863 bidang dengan luas 6.083.242 meter persegi. Dari jumlah itu, sebanyak 645 bidang seluas 1.915.486 meter persegi atau 22,53 persen telah bersertifikat.

"Total jumlah perumahan di Kota Tangerang adalah 196, di mana yang sudah selesai penyerahan PSU-nya baru mencapai 36 perumahan. Surat panggilan selanjutnya akan disampaikan hingga tiga kali. Bila tak dihiraukan akan ada sanksi administrasi berupa pembekuan izin pengembang," ujar Herman.

Post Bottom Ad